ada

Kamis, 03 Maret 2016

ISLAM KONTEMPORER

1.      Definisi Islam kontemporer
Islam artinya agama yang diajarkan Nabi Muhammad berpedoman pada kitab suci Al-quran yang diturunkan kedunia melalui wahyu Allah SWT. Kontemporer artinya pada waktu yang sama, semasa, sewaktu, pada masa kini, dewasa ini.[1] Jadi, menurut bahasa islam kontemporer adalah agama yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Pada masa lampau dan berkembang hingga sekarang.
Sedangkan menurut istilah, Islam kontemporer adalah gagasan untuk mengkaji islam sebagai nilai alternatif baik dalam perspektif interprestasi, tekstual maupun kajian kontekstual mengenai kemampuan islam memberikan solusi baru kepada temuan-temuan disemua dimensi kehidupan dari masa lampau hingga sekarang.[2]
Setiap pemeluk agama yang taat memilih sikap menjauhi fanatisme buta, dan membangun ketaatannya berdasarkan pengetahuan yang benar terhadap agama-agama yang di peluk. Selain itu, ia pun harus memiliki kesadaran yang utuh akan aspek-aspek universal yang terkandung dalam setiap agama.
Dewasa ini, banyak yang mengartikan Islam secara harfiah dan ingin mengembalikan Islam seperti zaman dahulu dan cenderung kaku. Alhasil banyak aliran-aliran yang muncul yang sering disebut ekstrim kanan atau kelompok yang suka dengan kekerasan, kekacauan, keributan dan menganggap agamanya paling benar dan agama selainnya salah. Mereka menganggap dalam menyebarkan agama Islam harus dengan jalan fisabilillah atau peperangan sehingga nahi munkar di muka bumi ini akan sirna dan menjadi Negara Islam yang damai dan tentram. Tetapi kenyataanya, semua berbanding terbalik dengan apa yang mereka inginkan, bukan menciptakan perdamaian tetapi menimbulkan peperangan, tidak menciptakan Negara Islam dan damai, tetapi menciptakan Negara yang penuh dengan kekacauan dan kehancuran. Aliran-aliran yang dianggap ekstrim kanan diantaranya radikalisme, FPI, fundamentalisme, terorisme dan lain-lain.
Selain ekstrim kanan, dewasa ini, dalam Islam kontemporer banyak aliran yang disebut ekstrim kiri. Mereka tidak berdakwah dengan kekerasan, melainkan mereka lebih leluasa dan lebih bebas dalam berfikir dan menentukan hokum. Mereka menganggap bahwa pintu ijtihad belum tertutup. Mereka lebih leluasa menggunakan akalnya untuk menentukan suatu hokum dan melihat realita dengan menyesuaikan sesuai keadaan, sehingga menurut mereka akan menciptakan Islam yang universal dan dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat. Ini sangat berbahaya, karena bila ini dibiarkan, maka akan merusak umat Islam karena mereka dengan seenaknya membuat hokum sesuai tatanan adat yang ada. Diantara aliran-aliran ektrim kiri adalah liberalisme, sekularisme, pluralism, JIL dan lain-lain.
Dibawah ini akan saya ulas hal yang masih hangat dibicarakan disekeliling kita yaitu pluralisme dan terorisme. Kami akan memaparkan sedikit agar kita tahu apa itu pluralisme dan terorisme, sehingga nanti kita tidak terjerumus kedalamnya dan menjadi umat yang rahmatallil alamin sesuai dengan ajaran kita.
2.    
KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB (35-40 H/656-661 M)

A.                Riwayat Hidup Ali bin Abi Thalib

Khlifah keempat adalah Ali bin Abi Thalib. Ali adalah keponakan dan menantu Nabi. Ali adalah putra Abi Thalid bin Abdul Muthalib. Nama lengkapnya adalah Ali bin Abi Thaib bin Hasyim Bin Abdul Manaf Al-Hasyim Al-Quraisy. Beliau lahir pada tahun 603 M atau delapan tahun sebelum Nabi diutus menjadi Rasul. Ketika lahir beliau diberi nama ibunya Haidaroh kemudian diganti oleh ayahnya menjadi Ali.[1] Beliau sering dipanggil Rasulullah dengan nama Abul Husein dan Abu Turob.[2]
Ali masuk islam pada usia sepuluh tahun. Beliau memiliki gelar karramallahu wajhahu dikarenakan jiwa dan kepribadiannya yang tak pernah ternodai oleh pemujaan terhadap berhala, da nada qaul lain bahwa beliau diberi gelar tersebut karena selama hidupnya tidak pernah melihat maupun terlihat kemaluanya.
Ali merupakan sahabat Rasulullah sekaligus menantunya yang paling cerdas dan pintar sehingga Rasulullah pernah bersabda:
أَنَا مَدِيْنَةُ الْعِلْمِ وَ عَلِيُّ بَابُهَا (saya (Rasulullah) adalah kota ilmu sedangkan Ali adalah pintunya).
Ali sangat pemberani, terbukti dalam setiap peperangan dia selalu didepan dan memegang panji-panji perang kecuali pada perang Tabuk, beliau ditugaskan untuk menjaga Madinah. Karena itu beliau diberi julukan The Lion of God (assadullah).[3]
Selama hidupnya Ali menikah dengan 9 orang wanita dan memiliki 19 orang putra-putri.
1.                  Ali menikah dengan Fatimah binti Rasulullah, mempunyai dua putra dan dua putri yaitu Hasan , Husein, Zainab dan Ummu Kultsum. Setelah Fatimah wafat Ali menikah berturut-turut dengan:
2.                  Ummu Bahim binti Huzam dani Bani Amir bin Khilab, melahirkan empat putra yaitu Abbas,Ja’far, Abdullah dan Utsman.
3.                  Laila binti Abi Mas’ud at-Tamimia, melahirkan dua putra yaiitu Abdullah dan Abu Bakar.
4.                  Asma’ binti Umair al-Kuimiah, janda Abu Bakar al-Shiddiq, melahirkan Yahya dan Muhammad.
5.                  As-Sahba binti Rabi’ah dari Bani Jasyim bin Bakar, janda dari Bani Taglab melahirkan Umar dan Ruqoyyah.
6.                  Umamah binti Abi Ass, putri Zainab binti Rasulullah, melahirkan Muhammad.
7.                  Khanlah binti Ja’far al-Hanafiah melahirkan Muhammad.
8.                  Ummu Sa’id binti Urwah bin Mas’ud melahirkan Ummu husein dan Ramlah.
9.                  Mahyah binti Imri’al-Qais melahirkan Jariah.

Rabu, 18 November 2015

KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN (23-36 H/644-656 M)



1.                  KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN (23-36 H/644-656 M)

A.                Riwayat Hidup Khalifah Utsman bin Affan.

Nama lengkap beliau adalah Ustman bin Affan bin Al-‘Ash bin Umayyah bin Abdus Syams bin Abdi Manaf bin Qushay bin Khilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib Al-Quraysi Al-Umawi Al-Makki Al-Madani. Selain dikenal dengan Nama Abu Amr dia juga sering dipanggil Abu Abdullah dan Abu Laila.[1] Ibunya bernama Arwa binti Khuriz bin Rabi’ah bin Habib bin Ibnu Abd Syams bin al-Manaf. Utsman lahir dikota Makkah pada tahun keenam setelah tahun Gajah atau 576 M.
Sebelum islam datang dan sesudahnya juga Utsman terkenal kaya dan sangat dermawan. Bukti kedermawananya ketika sudah masuk islam, diwaktu Rasulullah mengerahkan “jaisyul ‘Usroh” (bala tentara yang dikerahkan dalam waktu kesukaran, yakni pada peperangan Tabuk) Utsman mendermakan 950 ekor unta, 59 ekor kuda dan seribu dinar untuk keperluan peperangan. Pada peristiwa-peristiwa sebelum itupun Utsman banyak sekali mendermakan hartanya dengan tidak ditahan-tahanya untuk kemenangan Islam.[2]

Minggu, 08 November 2015

KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB



1.                  KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB (13-23 H/634-644 M)

A.                Riwayat Hidup Umar bin Khattab

Nama lengkapnya adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul ‘Uzza bin Riyah bin ‘Abdullah bin Qurth bin ‘Abdi bin Ka’ab bin Bani Addiy[1].  Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al-Shimh Al-Quraisyi dan ibunya bernama Hantamah binti Hasyim[2].
Umar bin Khattab lahir di kota Makkah pada tahun ke 13 setelah peristiwa tahun gajah yaitu pada tahun 581 M. Beliau lahir dari keluarga bangsawan, ia bisa membaca dan menulis,yang saat itu merupakan sesuatu yang langka. Beliau memiliki fisik yang tinggi besar dan memiliki karakter keras dan tegas. Sehingga di segani dan dihormati oleh penduduk makkah. Beliau seorang pemberani dan sering menyelesaikan peperangan yang terjadi di zaman jahiliah.
Sebelum masuk islam, Umar melakukan adat istiadat jahiliah, antara lain pernah mengubur putrinya hidup-hidup dan seorang peminum berat. Beliau sangat membenci dan memusuhi islam. Sebelum masuk islam, Umar merupakan musuh islam yang paling kejam, ganas dan bringas menentang Muhammad dan agama islam. Atas hasutan Abu Sufyan, ia bermaksud membunuh Nabi Muhammad saw. Dengan sebilah pedang yang terhunus di tanganya[3]. Ketika dalam perjalanan beliau mendapat berita bahwa adik perempuannya (Fatimah) telah masuk islam bersama suaminya (Sa’id bin Zaid). Umar menjadi marah dan pergi ke rumah adiknnya dan bermaksud menyiksanya. Ketika dia tiba dirumah adiknya, ia mendengar adiknya membaca al- Qur’an yaitu surat Thaha ayat 1-8. Mendengar bacaan tersebut Umar minta adiknya untuk memberikan lembaran tersebut namun adiknya tidak memberikan lembaran tersebut sebelum Umar mandi. Selesai mandi Umar menerima lembaran yang di baca adiknya, maka bergetar lah hati Umar ketika membaca ayat-ayat tersebut. Setelah itu ia segera menemui Nabi Muhammad dan menyatakan masuk islam. Menurut riwayat Umar masuk islam setelah islamnya empat puluh laki-laki dan sebelas perempuan yaitu pada tahun ke 5 setelah kenabian.
Masuknya umar itu peran terbesar adalah dari Nabi Muhammad, karena jauh-jauh hari Nabi telah berdo’a kepada Allah yaitu:
اَللَّهُمَّ أَعِزِّ الْاِسْلَامَ بِأَحَبِّ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ إِلَيْكَ بِأَبِي جَهْلٍ أَوْ بِعُمَرَ  بْنِ الْخَطَّابِ
”Ya Allah, muliakanklah islam dengan salah satu dari dua orang yang engkau cintai, Abu Jahal bin hisyam atau Umar bin Khattab.”(Al-Hakim)[4]

Minggu, 01 November 2015

riwayat hidup abu bakar ash-shiddiq



A.    Riwayat Hidup Abu Bakar Ash-siddiq

Nama Abu Bakar adalah Abdullah bin Abu Quhafah Usman bin Amir bin Amr bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ayy bin Talib bin Fihr bin Nadr bin Malik Al-Quraisy At-Tamimi. Ibunya bernama Ummu Khair Salma binti Sakhr. Garis keturunan ayah dan ibunya bertemu pada neneknya bernama Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah.[1] Nasabnya bertemu dengan Rasulullah di kakeknya, Murrah[2].
Banyak perselisihan mengenai nama asli dari Abu Bakar. Ada yang berpedapat bahwa beliau bernama Abdullah dan ada juga yang berpendapat bahwa namanya Al-Atiq. Namun yang benar ialah apa yang telah disepakati oleh para ulama’ bahwa Atiq itu bukanlah nama beliau, Atiq adalah gelarnya. Dia diberi gelar Atiq, karena dia dianggap lepas dari neraka, sebagaimana ini terdapat dalam riwayat Imam At-Tirmidzi. Juga disebutkan bahwa gelar itu diberikan karena ia memiliki wajah rupawan dan sejumlah orang lain menyebutkan bahwa gelar itu diberikan karena dalam silsilah keturunannya tidak ada yang mengandung aib.

pengertian khulafaur rasyidin



mungkin sedikit dari kami akan menyajikan pengertian dari khulafaur rasyidin
Kata khulafaur rasyidin itu berasal dari bahasa arab yang terdiri dari kata khulafa dan rasyidin. Khulafa’ itu menunjukkan banyak khalifah karena itu termasuk kata jama’. Bila satu disebut khalifah yang artinya pemimpin dalam arti orang yang mengganti kedudukan rasulullah SAW setelah wafat. Sedangkan rasyidin itu berarti bijaksana atau arif. Jadi bisa disimpulkan khulafaur rasyidin itu artinya pemimpin yang bijaksana setelah nabi wafat.
Secara teknis[1], khulafaur rasyidin berasal dari sebuah riwayat yang disandarkan kepada nabi Muhammad yang artinya: “Umatku akan terpecah-pecah menjadi 73 golongan, semuanya akan ditempatkan dineraka, kecuali satu golongan saja. Apa yang satu golongan itu? Tanya seorang sahabat. Nabi SAW menjawab: kelompok ahlussunnah wal jamaah. Sahabat bertanya lagi: siapakah mereka? Nabi SAW menjawab: mereka yang taat kepada sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin”.