1.
Definisi
Islam kontemporer
Islam
artinya agama yang diajarkan Nabi Muhammad berpedoman pada kitab suci Al-quran
yang diturunkan kedunia melalui wahyu Allah SWT. Kontemporer artinya pada waktu
yang sama, semasa, sewaktu, pada masa kini, dewasa ini.[1]
Jadi, menurut bahasa islam kontemporer adalah
agama yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Pada masa lampau dan berkembang
hingga sekarang.
Sedangkan menurut istilah, Islam
kontemporer adalah gagasan untuk mengkaji islam sebagai nilai alternatif baik
dalam perspektif interprestasi, tekstual maupun kajian kontekstual mengenai
kemampuan islam memberikan solusi baru kepada temuan-temuan disemua dimensi kehidupan dari masa lampau hingga sekarang.[2]
Setiap pemeluk
agama yang taat memilih sikap menjauhi fanatisme buta, dan membangun
ketaatannya berdasarkan pengetahuan yang benar terhadap agama-agama yang di peluk.
Selain itu, ia pun harus memiliki kesadaran yang utuh akan aspek-aspek
universal yang terkandung dalam setiap agama.
Dewasa ini, banyak yang mengartikan
Islam secara harfiah dan ingin mengembalikan Islam seperti zaman dahulu dan
cenderung kaku. Alhasil banyak aliran-aliran yang muncul yang sering disebut
ekstrim kanan atau kelompok yang suka dengan kekerasan, kekacauan, keributan
dan menganggap agamanya paling benar dan agama selainnya salah. Mereka
menganggap dalam menyebarkan agama Islam harus dengan jalan fisabilillah atau peperangan sehingga nahi munkar di muka bumi ini akan sirna
dan menjadi Negara Islam yang damai dan tentram. Tetapi kenyataanya, semua
berbanding terbalik dengan apa yang mereka inginkan, bukan menciptakan
perdamaian tetapi menimbulkan peperangan, tidak menciptakan Negara Islam dan
damai, tetapi menciptakan Negara yang penuh dengan kekacauan dan kehancuran.
Aliran-aliran yang dianggap ekstrim kanan diantaranya radikalisme, FPI,
fundamentalisme, terorisme dan lain-lain.
Selain ekstrim kanan, dewasa ini,
dalam Islam kontemporer banyak aliran yang disebut ekstrim kiri. Mereka tidak
berdakwah dengan kekerasan, melainkan mereka lebih leluasa dan lebih bebas
dalam berfikir dan menentukan hokum. Mereka menganggap bahwa pintu ijtihad
belum tertutup. Mereka lebih leluasa menggunakan akalnya untuk menentukan suatu
hokum dan melihat realita dengan menyesuaikan sesuai keadaan, sehingga menurut
mereka akan menciptakan Islam yang universal dan dapat diterima oleh semua
kalangan masyarakat. Ini sangat berbahaya, karena bila ini dibiarkan, maka akan
merusak umat Islam karena mereka dengan seenaknya membuat hokum sesuai tatanan
adat yang ada. Diantara aliran-aliran ektrim kiri adalah liberalisme,
sekularisme, pluralism, JIL dan lain-lain.
Dibawah ini akan saya ulas hal yang
masih hangat dibicarakan disekeliling kita yaitu pluralisme dan terorisme. Kami
akan memaparkan sedikit agar kita tahu apa itu pluralisme dan terorisme,
sehingga nanti kita tidak terjerumus kedalamnya dan menjadi umat
yang rahmatallil alamin sesuai dengan
ajaran kita.
2.