ada

Rabu, 18 November 2015

KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN (23-36 H/644-656 M)



1.                  KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN (23-36 H/644-656 M)

A.                Riwayat Hidup Khalifah Utsman bin Affan.

Nama lengkap beliau adalah Ustman bin Affan bin Al-‘Ash bin Umayyah bin Abdus Syams bin Abdi Manaf bin Qushay bin Khilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib Al-Quraysi Al-Umawi Al-Makki Al-Madani. Selain dikenal dengan Nama Abu Amr dia juga sering dipanggil Abu Abdullah dan Abu Laila.[1] Ibunya bernama Arwa binti Khuriz bin Rabi’ah bin Habib bin Ibnu Abd Syams bin al-Manaf. Utsman lahir dikota Makkah pada tahun keenam setelah tahun Gajah atau 576 M.
Sebelum islam datang dan sesudahnya juga Utsman terkenal kaya dan sangat dermawan. Bukti kedermawananya ketika sudah masuk islam, diwaktu Rasulullah mengerahkan “jaisyul ‘Usroh” (bala tentara yang dikerahkan dalam waktu kesukaran, yakni pada peperangan Tabuk) Utsman mendermakan 950 ekor unta, 59 ekor kuda dan seribu dinar untuk keperluan peperangan. Pada peristiwa-peristiwa sebelum itupun Utsman banyak sekali mendermakan hartanya dengan tidak ditahan-tahanya untuk kemenangan Islam.[2]

Minggu, 08 November 2015

KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB



1.                  KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB (13-23 H/634-644 M)

A.                Riwayat Hidup Umar bin Khattab

Nama lengkapnya adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul ‘Uzza bin Riyah bin ‘Abdullah bin Qurth bin ‘Abdi bin Ka’ab bin Bani Addiy[1].  Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al-Shimh Al-Quraisyi dan ibunya bernama Hantamah binti Hasyim[2].
Umar bin Khattab lahir di kota Makkah pada tahun ke 13 setelah peristiwa tahun gajah yaitu pada tahun 581 M. Beliau lahir dari keluarga bangsawan, ia bisa membaca dan menulis,yang saat itu merupakan sesuatu yang langka. Beliau memiliki fisik yang tinggi besar dan memiliki karakter keras dan tegas. Sehingga di segani dan dihormati oleh penduduk makkah. Beliau seorang pemberani dan sering menyelesaikan peperangan yang terjadi di zaman jahiliah.
Sebelum masuk islam, Umar melakukan adat istiadat jahiliah, antara lain pernah mengubur putrinya hidup-hidup dan seorang peminum berat. Beliau sangat membenci dan memusuhi islam. Sebelum masuk islam, Umar merupakan musuh islam yang paling kejam, ganas dan bringas menentang Muhammad dan agama islam. Atas hasutan Abu Sufyan, ia bermaksud membunuh Nabi Muhammad saw. Dengan sebilah pedang yang terhunus di tanganya[3]. Ketika dalam perjalanan beliau mendapat berita bahwa adik perempuannya (Fatimah) telah masuk islam bersama suaminya (Sa’id bin Zaid). Umar menjadi marah dan pergi ke rumah adiknnya dan bermaksud menyiksanya. Ketika dia tiba dirumah adiknya, ia mendengar adiknya membaca al- Qur’an yaitu surat Thaha ayat 1-8. Mendengar bacaan tersebut Umar minta adiknya untuk memberikan lembaran tersebut namun adiknya tidak memberikan lembaran tersebut sebelum Umar mandi. Selesai mandi Umar menerima lembaran yang di baca adiknya, maka bergetar lah hati Umar ketika membaca ayat-ayat tersebut. Setelah itu ia segera menemui Nabi Muhammad dan menyatakan masuk islam. Menurut riwayat Umar masuk islam setelah islamnya empat puluh laki-laki dan sebelas perempuan yaitu pada tahun ke 5 setelah kenabian.
Masuknya umar itu peran terbesar adalah dari Nabi Muhammad, karena jauh-jauh hari Nabi telah berdo’a kepada Allah yaitu:
اَللَّهُمَّ أَعِزِّ الْاِسْلَامَ بِأَحَبِّ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ إِلَيْكَ بِأَبِي جَهْلٍ أَوْ بِعُمَرَ  بْنِ الْخَطَّابِ
”Ya Allah, muliakanklah islam dengan salah satu dari dua orang yang engkau cintai, Abu Jahal bin hisyam atau Umar bin Khattab.”(Al-Hakim)[4]

Minggu, 01 November 2015

riwayat hidup abu bakar ash-shiddiq



A.    Riwayat Hidup Abu Bakar Ash-siddiq

Nama Abu Bakar adalah Abdullah bin Abu Quhafah Usman bin Amir bin Amr bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ayy bin Talib bin Fihr bin Nadr bin Malik Al-Quraisy At-Tamimi. Ibunya bernama Ummu Khair Salma binti Sakhr. Garis keturunan ayah dan ibunya bertemu pada neneknya bernama Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah.[1] Nasabnya bertemu dengan Rasulullah di kakeknya, Murrah[2].
Banyak perselisihan mengenai nama asli dari Abu Bakar. Ada yang berpedapat bahwa beliau bernama Abdullah dan ada juga yang berpendapat bahwa namanya Al-Atiq. Namun yang benar ialah apa yang telah disepakati oleh para ulama’ bahwa Atiq itu bukanlah nama beliau, Atiq adalah gelarnya. Dia diberi gelar Atiq, karena dia dianggap lepas dari neraka, sebagaimana ini terdapat dalam riwayat Imam At-Tirmidzi. Juga disebutkan bahwa gelar itu diberikan karena ia memiliki wajah rupawan dan sejumlah orang lain menyebutkan bahwa gelar itu diberikan karena dalam silsilah keturunannya tidak ada yang mengandung aib.

pengertian khulafaur rasyidin



mungkin sedikit dari kami akan menyajikan pengertian dari khulafaur rasyidin
Kata khulafaur rasyidin itu berasal dari bahasa arab yang terdiri dari kata khulafa dan rasyidin. Khulafa’ itu menunjukkan banyak khalifah karena itu termasuk kata jama’. Bila satu disebut khalifah yang artinya pemimpin dalam arti orang yang mengganti kedudukan rasulullah SAW setelah wafat. Sedangkan rasyidin itu berarti bijaksana atau arif. Jadi bisa disimpulkan khulafaur rasyidin itu artinya pemimpin yang bijaksana setelah nabi wafat.
Secara teknis[1], khulafaur rasyidin berasal dari sebuah riwayat yang disandarkan kepada nabi Muhammad yang artinya: “Umatku akan terpecah-pecah menjadi 73 golongan, semuanya akan ditempatkan dineraka, kecuali satu golongan saja. Apa yang satu golongan itu? Tanya seorang sahabat. Nabi SAW menjawab: kelompok ahlussunnah wal jamaah. Sahabat bertanya lagi: siapakah mereka? Nabi SAW menjawab: mereka yang taat kepada sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin”.