1.
KHALIFAH
UMAR BIN KHATTAB (13-23 H/634-644 M)
A.
Riwayat Hidup
Umar bin Khattab
Nama
lengkapnya adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul ‘Uzza bin Riyah bin
‘Abdullah bin Qurth bin ‘Abdi bin Ka’ab bin Bani Addiy. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al-Shimh
Al-Quraisyi dan ibunya bernama Hantamah binti Hasyim.
Umar
bin Khattab lahir di kota Makkah pada tahun ke 13 setelah peristiwa tahun gajah
yaitu pada tahun 581 M. Beliau lahir dari keluarga bangsawan, ia bisa membaca
dan menulis,yang saat itu merupakan sesuatu yang langka. Beliau memiliki fisik
yang tinggi besar dan memiliki karakter keras dan tegas. Sehingga di segani dan
dihormati oleh penduduk makkah. Beliau seorang pemberani dan sering
menyelesaikan peperangan yang terjadi di zaman jahiliah.
Sebelum
masuk islam, Umar melakukan adat istiadat jahiliah, antara lain pernah mengubur
putrinya hidup-hidup dan seorang peminum berat. Beliau sangat membenci dan
memusuhi islam. Sebelum masuk islam, Umar merupakan musuh islam yang paling
kejam, ganas dan bringas menentang Muhammad dan agama islam. Atas hasutan Abu
Sufyan, ia bermaksud membunuh Nabi Muhammad saw. Dengan sebilah pedang
yang terhunus di tanganya.
Ketika dalam perjalanan beliau mendapat berita bahwa adik perempuannya
(Fatimah) telah masuk islam bersama suaminya (Sa’id bin Zaid). Umar menjadi
marah dan pergi ke rumah adiknnya dan bermaksud menyiksanya. Ketika dia tiba
dirumah adiknya, ia mendengar adiknya membaca al- Qur’an yaitu surat Thaha ayat
1-8. Mendengar bacaan tersebut Umar minta adiknya untuk memberikan lembaran
tersebut namun adiknya tidak memberikan lembaran tersebut sebelum Umar mandi.
Selesai mandi Umar menerima lembaran yang di baca adiknya, maka bergetar lah
hati Umar ketika membaca ayat-ayat tersebut. Setelah itu ia segera menemui Nabi
Muhammad dan menyatakan masuk islam. Menurut riwayat Umar masuk islam setelah
islamnya empat puluh laki-laki dan sebelas perempuan yaitu pada tahun ke 5
setelah kenabian.
Masuknya
umar itu peran terbesar adalah dari Nabi Muhammad, karena jauh-jauh hari Nabi
telah berdo’a kepada Allah yaitu:
اَللَّهُمَّ
أَعِزِّ الْاِسْلَامَ بِأَحَبِّ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ إِلَيْكَ بِأَبِي جَهْلٍ
أَوْ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ
”Ya
Allah, muliakanklah islam dengan salah satu dari dua orang yang engkau cintai,
Abu Jahal bin hisyam atau Umar bin Khattab.”(Al-Hakim)